Wali Kota Kupang Terbitkan Perwali Prokes, DPRD: Kenapa Baru Sekarang?

  • Whatsapp
Kantor DPRD Kota Kupang / Foto: Ist

Kota Kupang – Anggota DPRD Kota Kupang, Ewalde Taek menilai Peraturan Wali Kota (Perwali) Kupang terkait penegakan hukum Protokol Kesehatan (Prokes) terlambat diterbitkan.

Dalam Perwali No. 90 Tahun 2020, Wali Kota dengan tegas akan memberikan sanksi administrasif berupa denda Rp.500.000-Rp.10.000.000 bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut.

Read More

Meski demikian, penerbitan Peraturan Wali Kota tersebut dinilai sudah terlmabat. Pasalnya, pasien covid-19 terus bertambah sejak dua bulan terakhir.

“Kenapa baru sekarang, sementara kasus covid-19 terus bertambah secara signifikan di kota kupang selama dua bulan terakhir. Pemerintah sangat lambat dan terkesan membiarkan kondisi ini terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Menurut politisi PKB ini, Pemerintah Kota Kupang tidak tegas dalam menindak masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan yang telah di tetapkan.

“Pesta dan acara yang mengumpulkan banyak orang terus berjalan ditengah pandemi tanpa adanya teguran dari pihak terkait,” ujar Ewalde

Ia menjelaskan, sebelum Kota Kupang menjadi lebih parah karena dampak pandemi covid-19 yang semakin tak terkendali, maka dibutuhkan ketegasan dan keseriusan dari Pemkot untuk mencegah penyebaran covid-19 di Kota Kupang.

“Saat ini, Ruang isolasi di RS rujukan dan pendukung sudah tidak tersedia. Sehingga Pemkot harus tegas menghentikan dan menindak semua aktivitas yang berpotensi terjadi penyebaran virus corona,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai anggota DPRD dirinya juga mendukung penuh keputusan Wali Kota Kupang tersebut.

“Saya dukung aturan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore terhadap penerapan protokol kesehatan baik perorangan, pelaku usaha, maupun tempat hiburan dan gedung serbaguna lainnya,” kata Walde Taek.

Ia menegaskan, Mendagri Tito Karnavian juga telah memberikan peringatan keras terhadap daerah yang tidak mampu mengendalikan secara baik terkait penyebaran pandemi covid-19.

“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kami mendukung karena ini semua demi kebaikan dan kesehatan warga Kota Kupang” pungkas Ewalde. (*/ek/nm)

Related posts