Presiden Jokowi Serahkan 1 Juta Sertifikat Tanah Secara Virtual

  • Whatsapp
Masyarakat NTT saat menerima sertifikat tanah dari Presiden Jokowi / Foto: Eman Krova

Kota Kupang – Dalam rangka memperingati hari Agraria Nasional, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menyerahkan satu juta sertifikat tanah kepada seluruh masyarakat se-indonesia.

Penyerahan sertifikat tanah tersebut dilaksanakan secara virtual dan diikuti seluruh Gubernur se-Indonesia, serta masyarakat penerima sertifikat.

Read More

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, setiap tahun, Pemerintah selalu mengeluarkan sertifikat tanah sebanyak 500.000 untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Dalam masa kepemimpinan saya selama 5 tahun, sudah 2,4 juta sertifikat yang dibagikan ke masyarakat. Rutin tiap tahun 500.000 sertifikat,” jelas Presiden Jokowi, dalam video conference bersama Gubernur Laismodat dan masyarakat di kantor Gubernur NTT, Senin (09/11/2020).

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan, pembagian sertifikat tanah tersebut sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, sehingga kedepannya tidak terjadi masalah atau sengketa tanah, seperti yang dikeluhkan masyarakat.

“Sertifikat tanah ini sebagai bukti kepemilikan tanah yang kita miliki. Selain itu, Agar tidak terjdi masalah antara masyarakat dan pemerintah maupun pihak manapun,” jelasnya.

Dengan demikian, Jokowi berharap kepada masyarakat penerima sertifikat untuk dapat menyimpan berkas tersebut dengan baik.

“Saya harap sertifikat itu disimpan di tempat yang aman. Simpan baik-baik. Jangan sampai rusak dan harus foto copy,” pesan Jokowi.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, kepada awak media menjelaskan, pembagian sertifikat tersebut merupakan suatu langkah yang sangat spektakuler yang dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Dalam sejarah kita berbangsa, ini merupakan salah satu prestasi hebat yang dilakukan Presiden Joko Widodo,” jelas Gubernur VBL kepada wartawan.

Kata Laiskodat, dengan penyerahan kepemilikan sertifikat tanah tersebut, diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mampu mengkapitalisasi tanah kepemilikannya menjadi salah satu kekuatan ekonomi di NTT.

“Kita bersyukur terhadap kebijakan yang dilakukan oleh presiden Jokowi. Karena di NTT sudah banyak menerimanya,” pungkas Laiskodat. (EK/NM)

Related posts