Lagi, Aparat Keamanan Diduga Menganiaya Warga Pubabu-Besipae, TTS

  • Whatsapp

KUPANG – Aparat keamanan dan Warga Pubabu-Besipae terlibat dalam pertengkaran yang terjadi di lokasi sengketa lahan Pubabu-Besipae pada Rabu (14/10/2020) siang.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, aparat keamanan dan pihak perwakilan pemerintah Provinsi NTT bermaksud melakukan penanaman lamtoro teramba di lahan Besipae-Pubabu.

Read More

Kegiatan ini mendapat penolakan dari warga yang selama ini mendiami wilayah Besipae-Pubabu, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang akhirnya berujung pertengkaran.

Dari video berdurasi hampir 3 menit yang beredar dan viral di media sosial, terlihat warga Pubabu-Besipae didorong dan ditendang oleh aparat keamanan.

“Rombongan itu terdiri dari aparat keamanan, preman dan warga dari luar yang mencapai 200-an orang,” ujar tokoh masyarakat wilayah Pubabu-Besipae, Niko Manoe kepada wartawan, Rabu (14/10/2020) sore.

Niko menjelaskan, awalnya situasi aman terkendali dan terjadi dialog antara warga dan aparat dari Koramil Amanuban dan pihak Pol PP serta pemerintah Provinsi NTT.

Namun saat pihak Pemprov NTT ingin membawa mobil tanki masuk ke lokasi yang akan digunakan untuk menanam, masyarakat langsung menolak.

Dari kejadian tersebut, ada beberapa korban yang dilaporkan terluka karena dibanting dan dicekik oleh aparat keamanan. Korban dari pertengkaran itu antara lain, Debora Nomleni, Mama Demaris, Novi dan Marlin.

Plt. Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT, Wely Rohimone yang juga hadir di lokasi membantah terjadinya aksi represif dari aparat kepada warga Pubabu-Besipae.

Ia mengatakan, pihaknya bersama aparat TNI ke Pubabu-Besipae untuk melakukan pembersihan lahan untuk kegiatan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

“Namun warga menolak sehingga terjadi aksi dorong mendorong antara warga dan aparat,” ujar Welly Rohimone saat dikonfirmasi wartawan.

Rohimone juga mengakui, salah satu pegawai dari Provinsi NTT juga menjadi korban dalam kejadian pertengkaran tersebut.

“Saya lagi di kantor polisi untuk melaporkan kejadian itu karena ada korban dari pihak kami. Kita sudah visum dan akan melaporkan kekerasan itu,” tandas Welly Rohimone.

Konflik Pubabu-Besipae, TTS bermula saat pemerintah Provinsi NTT mengambil alih lahan seluas 3780 Ha. Tindakan Pemprov NTT ini mendapat perlawanan dari warga yang mendiami lokasi tersebut.

Meski lahan tersebut telah diserahkan oleh tokoh lokal pemilik hak ulayat, namun warga tetap menolak dan memilih tetap tinggal di lokasi tersebut.

Saksikan video yang viral dan beredar di media sosial di atas…(AB/NM)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *