Ini Program PKK NTT Mendukung Misi NTT Bangkit Menuju Sejahtera

  • Whatsapp

KUPANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan sejumlah program strategis.

Program-program tersebut dalam rangka mendukung misi NTT Bangkit Menuju Sejahtera milik Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi.

Read More

Dengan moto think outside the box dan bekerja dengan hati, Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Julie Sutrisno dan Ny. Fransisca Maria Djogo merancang program pembentukan Desa/Kelurahan Model PKK.

Dalam program Desa/Kelurahan Model ini, PKK NTT memfasilitasi sarana dan prasarana serta pelatihan khusus untuk membentuk dan mengasah kemampuan warga yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota se-NTT.

“Program ini meliputi pengembangan potensi anak dan remaja melalui warung bakat dan minat atau disebut Warung Bakmi,” ujar Ny. Julie Sutrisno dalam jumpa pers bersama awak media di Kupang, Kamis (8/10/2020).

Ketua TP. PKK NTT, Ny. Julie Sutrisno saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media

Fasilitas yang disediakan lewat program ini berupa sarana dan prasarana olahraga seperti lapangan futsal, bola futsal, gawang futsal, bola kaki, gawang bola kaki, bola volley, net bola volley, meja pingpong, bet tenis meja dan bola tenis meja.

Ketua DPW Nasdem Bali ini menjelaskan, TP PKK Provinsi NTT juga mengagas program RESING atau Remaja Bersih Lingkungan. RESING menjadi salah satu bentuk kegiatan untuk menumbuhkan kepedulian dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dan didukung sarana dan prasarana yang memadai.

“PKK NTT memberikan bantuan alat untuk pengelolaan sampah di desa berupa gerobak sampah, tempat sampah hasil karya karang taruna dengan memanfaatkan bahan alam di Desa dan dibagikan sesuai jumlah KK serta pemberian biaya operasional pelaksanaan pengangkut sampah dengan pembiayaan/honor bagi petugas sampah,” jelas Ny. Julie Sutrisno.

Sampah yang diangkut dari setiap rumah warga akan dikumpulkan dan direcycle kembali sehingga bermanfaat untuk peningkatan ekonomi mandiri.

Sutrisno menjelaskan, TP PKK Provinsi NTT melakukan pemberdayaan kreatifitas bagi kaum lansia. Program ini merupakan bentuk perhatian pada kaum lansia sehingga masih tetap berperan dalam pembangunan dengan berkreasi menciptakan hasil karya.

Salah satu contoh hasil karya berupa aksesoris dari perca kain tenun dan kemudian dijual ke Dekranasda Kabupaten/ Kota maupun dibeli langsung oleh Dekranasda Provinsi NTT.

TP PKK Provinsi NTT memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan anak usia dini melalui pengadaan sarana prasarana bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memenuhi standar akreditasi nasional.

“Bantuan sarana prasarana penunjang akreditasi berupa laptop, printer. Alat Permainan Edukatif (APE) dalam dan luar, tower untuk dudukan galon air, fiber plastik ukuran 2500 liter , 1 unit bangunan toilet anak dan wastafel serta pagar PAUD untuk menjaga keamanan anak-anak selama berada di lingkungan sekolah,” urai Bunda PAUD NTT ini.

Di samping itu, TP PKK Provinsi NTT mendorong peran pelaku seni yang ada di desa/kelurahan model PKK khusunya kaum pemuda/i untuk meningkatkan kreatifitas, produktifitas dan potensi budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan turun temurun bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bunda PAUD NTT, Ny. Julie Sutrisno

Program pemberdayaan sanggar budaya diwajibkan untuk berpartisipasi aktif pada setiap kegiatan kesenian daerah baik di tingkat Desa, Kecamatan, dan tingkat Kabupaten/Kota serta menjalin kerjasama dengan UPTD Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk ikut terlibat pada kegiatan kesenian tingkat Provinsi maupun Nasional.

“Melalui program ini, PKK Provinsi NTT menyediakan sarana prasarana berupa sound system, keyboard, gitar, gong, tambur, dan seragam sanggar budaya,” urai Ny. Julie Sutrisno Laiskodat.

TP PKK Provinsi NTT mendorong peningkatan usaha ekonomi melalui pemberdayaan kelompok remaja puteri di Desa/Kelurahan model PKK.

Program ini diharapakan dapat menjadi lapangan usaha untuk remaja putri dalam menghasilkan kerajinan sehingga perputaran ekonomi mandiri dan kelompok dapat meningkat.

“Kelompok remaja putri juga diikutsertakan pada program pelatihan dan bimbingan yang diselenggarakan oleh OPD terkait di tingkat Kabupaten sehingga dibekali dengan pengetahuan, ketrampilan dalam menciptakan inovasi produk baru,” jelas Ketua TP PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat.

Peningkatan ekonomi keluarga juga dilaksanakan melalui program HATINYA yaitu Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman. Tujuan utamanya adalah mendorong terwujudnya pemantapan ketahanan pangan dari aspek konsumsi keluarga, dengan manfaatkan pekarangan rumah sebagai area pangan keluarga sehingga diharapkan dapat mencegah kurang gizi, gizi buruk dan stunting. Program ini meliputi bantuan bibit hortikultura kepada kelompok tani, bantuan kolam ikan, benih ikan dan pakan ikan sena anakan kelor.

Ny. Julie Sutrisno menjelaskan, untuk mencegah stunting dan gizi buruk, TP PKK Provinsi NTT mengagas dan melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting dan gizi buruk di Desa/Kelurahan Model PKK dengan cara meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan ibu menyusui, bayi (6-12 bulan), balita (1-5 tahun), anak PAUD dan anak SD melalui penyediaan makanan tambahan bergizi seimbang.

Sementara itu, untuk memastikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap ibu dan anak di NTT, TP PKK melakukan pengadaan sarana dan prasarana Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU)

Tujuannya yakni tersedianya sarana dan prasarana Pos Pelayanan Terpadu berupa peralatan antrometri kit, cakram pemantauan tumbuh kembang anak dan alat ukur lingkar lengan atas sehingga persoalan tumbuh kembang anak dapat dipantau dengan baik dan benar.

“Program ini juga bertujuan untuk mendeteksi tumbuh kembang bayi, balita dan pemantauan kenaikan berat badan ibu hamil, dimana hasil deteksi dapat digunakan sebagai salah satu bahan penentuan intervensi pada bayi balita serta ibu hamil dalam rangka penurunan stunting,” jelas Ketua Dekranasda NTT Ny. Laiskodat.

Uniknya, semua program dan pembentukan kelompok yang dicanangkan oleh TP PKK Provinsi NTT telah mendapat restu berupa SK pembentukan kelompok langsung dari Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Anggaran 30 Miliar

Istri Gubernur NTT, Julie Laiskodat juga menambahkan pada tahun anggaran 2020, pihaknya mendapat anggaran sejumlah Rp 30 Miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk mengeksekusi sejumlah program yang telah digagas. Bahkan pihaknya tidak menggunakan anggaran tersebut untuk perjalanan dinas karena akan digunakan untuk pelaksanaan program TP PKK Provinsi NTT.

“Saya sudah sampaikan ke Ibu Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT bahwa kalau mau perjalanan dinas, harus keluarkan uang dari saku pribadi,” ucap Ny. Julie Laiskodat.

Ia mengaku anggaran Rp 30 Miliar sudah lebih dari cukup, namun kinerja dan prestasi TP PKK NTT harus tetap ditingkatkan agar misi NTT Bangkit Menuju Sejahtera secepatnya terwujud. (Ama Beding)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *