Harga Sembako di NTT Relatif Stabil Jelang Perayaan Nataru

  • Whatsapp
Sembako di Pasar Inpres Kupang / Foto: Ama Beding

Kota Kupang – Harga sembilan bahan pokok (Sembako) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) relatif stabil.

Demikian disampaikan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, M. Nasir Abdullah saat rapat koordinasi dan identifikasi harga bahan pokok jelang hari besar keagamaan nasional.

Read More

“Hampir semua stok dan harga bahan pokok di NTT relatif stabil,” ujar Kadis Nasir Abdullah, dalam rapat yang digelar di Hotel Silvia, Rabu (25/11/2020) siang.

Ia menjelaskan, jika kedepan terjadi kenaikan harga, maka kondisi ini disebabkan oleh permintaan yang meningkat.

“Harga minyak Bimoli di pasar berkisar 30 ribu, sedangkan di pasar modern cuma 25 ribu. Artinya pedagang kecil sedang memanfaatkan peluang karena permintaan sedang naik,” ungkapnya.

Khusus untuk telur ayam, pihaknya memastikan tidak ada pedagang yang berani melakukan penimbunan.

“Karena telur itu jangka waktunya sangat pendek. Berani timbun lima hari saja, ada kecenderungan pedagang akan rugi karena telurnya pasti rusak,” jelas Abdullah.

Ia menambahkan, gejolak pasar saat menyambut Natal 2020 dan awal tahun baru 2021, tidak berpengaruh signifikan.

“Khusus untuk beras medium, harganya sama dengan harga het yaitu sekitar 9600 di pasar. Sehingga kalau ada beras dari Sulawesi Selatan, itu juga yang memicu kestabilan harga beras,” urai Nasir.

Sementara itu, kebutuhan pokok lainnya seperti tepung terigu dan minyak dipastikan akan tersedia hingga 4 bulan kedepan.

“Termasuk harga barang lainnya sampai 2 bulan kedepan masih sangat terkendali,” tandas Kadis Perindag NTT dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Samuel Rebo.

Ridwan (56), salah satu penjual sembako di Pasar Inpres Kupang mengakui bahwa harga sembako saat ini masih stabil.

“Iya, harga masih stabil. Belum ada kenaikan,” tandasnya singkat. (ab/nm)

Related posts