Gubernur VBL Minta Pemerintah Pusat Dirikan STIP di NTT

  • Whatsapp
Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat melaksanakan video conference bersama Menteri Perhubungan, Jumat (20/11/2020) / Foto:Ist

Kota Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di NTT.

Sebagai langkah awal Pemprov NTT akan meminta agar pemerintah pusat membuka Program Studi (Prodi) Pelayaran di Universitas Nusa Cendana Kupang.

Read More

Usulan Pemprov NTT mendapat respon positif dari Pemerintah Pusat melalui Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi terkait rencana pembangunan sekolah pelayaran di Provinsi NTT.

“Kami menerima dan sangat mendukung inisiatif dari Pemprov NTT untuk membangun prodi pelayaran di kampus Universitas Nusa Cendana Kupang,” kata Budi Karya saat menggelar rapat virtual bersama Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Jumat (20/11/2020) di Kantor Gubernur.

Kata Budi, dengan adanya Program Studi Pelayaran di Univeraitas Nusa Cendana Kupang, merupakan sebuah langkah awal untuk membentuk embrio Sekolah Tinggi Pelayaran di Provinsi NTT.

“Kita usahakan terlebih dahulu untuk mendirikan Prodi Pelayaran di Undana Kupang, dan akan dibantu oleh para dosen fakultas teknologi kelautan ITS Surabaya dan Poltekel Surabaya dengan kelengkapan kurikulum yang sesuai,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas SDM Pengelolah Pelayaran dan kelautan, Budi mengatakan, Pemprov NTT telah mengambil sebuah langkah yang bagus untuk membuka Prodi Pelayaran di NTT.

“Karena NTT merupakan Provinsi kepulauan. Sehingga adanya Sekolah pelayaran, diharapkan dapat bermanfaat dan menjawabi kebutuhan masyarakat NTT,” jelas Budi.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat menyampaikan terima kasih pada Kementerian Perhubungan yang telah menindaklanjuti usulan Pemprov NTT untuk membangun Prodi Pelayaran di Provinsi NTT.

“Terima kasih Bapak Menteri Perhubungan yang telah mendukung niat Pemrov NTT untuk membangun Sekolah Pelayaran di NTT. Mari kita sama-sama wujudkan pendirian sekolah pelayaran ini,” ungkap Gubernur VBL.

Menurutnya, dengan adanya Sekolah Pelayaran di Provinsi NTT, maka kedepannya anak-anak di NTT dapat meningkatkan kulaitas mereka di bidang pelayaran dan kelautan.

“Sehingga dengan kualitas yang mereka miliki, dapat meningkatkan ekonomi di bidang maritim agar mampu memotong rantai kemisikinan di NTT,” jelas Laiskodat.

Setelah lulus dari SMA/K, kata Laiskodat, anak-anak NTT dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Pelayaran yang sudah disiapkan pemerintah.

“Dengan demikian, dapat menambah kealihan dan SDM yang kompeten di bidang pelayaran dan kelautan,” Pungkas Laiskodat.

Rapat tersebut dihadiri BPSDM Kementrian Perhubungan, ITS Surabaya, Poltekel Surabaya, dan perwakilan Universitas Nusa Cendana Kupang dalam kesepahaman dan sinergitas dari ketiga kampus tersebut untuk mewujudkan rencana pendirian Sekolah Pelayaran di Provinsi NTT. (hms/ek/nm)

Related posts