Bisnis Bank NTT Akan Merambah Potensi Unggulan Setiap Daerah di NTT

  • Whatsapp
Jajaran Direksi dan Komisaris Bank NTT / Foto: Ama Beding

Kota Kupang – PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggar Timur (Bank NTT) terus berbenah dan berinovasi menyambut tahun 2021.

Hal ini dilakukan agar Bank kebanggaan masyarakat NTT itu tetap eksis dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat pandemi covid-19.

Read More

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam acara penyerahan hadiah kepada pemenang lomba Program Ramai Skali Bank NTT belum lama ini.

“Langkah-langkah pembenahan dan penyesuaian terus kita lakukan. Kita akan menyelesaikan suatu project besar yang bisa membawa Bank NTT memasuki tahun 2021 dengan berbagai program bisnis bank,” ujar Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Menurutnya, program yang dijalankan Bank NTT akan mengacu pada potensi unggulan daerah, dalam rangka mengatasi krisis-krisis yang ada di setiap daerah di NTT.

“Kita akan merevitalisasi dan me-refocusing bisnis kita sehingga berjalan pada basis-basis potensi unggulan daerah seperti garam, rumput laut, pertanian, perkebunan dan pariwisata,” jelas Riwu Kaho.

Selain itu, mantan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT ini mengatakan pihaknya sedang menjalankan berbagai strategi yang tepat, agar Bank NTT mampu berkontribusi lebih bagi pembangunan di Provinsi NTT pada tahun 2021 mendatang.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program elektronifikasi dan digitalisasi yang sedang dikembangkan oleh Bank NTT. Salah satunya menggunakan Mobile Banking Bank NTT.

“Dengan memanfaatkan aplikasi Mobile Banking Bank NTT, dapat memberikan kemudahan layanan jasa perbankan. Bisa transaksi apa pun di situ,” ungkap Riwu Kaho.

Di samping itu, Bank NTT akan mengembangkan conecting marketplace. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan peluang pendapatan tambahan bagi generasi muda NTT.

“Ini akan menjadi persembahan bagi semua generasi muda di NTT yang mau memanfaatkan aplikasi Mobile Banking Bank NTT untuk bertransaksi. Dengan demikian maka kita akan mampu bersaing dengan industri perbankan lainnya,” imbuhnya.

Desa Wisata Berbasis Digital

Selain inovasi bisnis berbasis potensi unggulan setiap daerah, Bank NTT juga mengembangkan Desa Wisata Berbasis Digital.

Konsep ini akan diterapkan pada daerah yang memiliki keunggulan pariwisata di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Seperti Desa Koja Doi yang memiliki potensi luar biasa. Jika dikelola secara baik, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari segi pariwisata, apalagi didukung oleh relawan, kepala desa, dan BumDes,” urainya seperti dilansir Garda Indonesia.

Ke depan, Bank NTT mendorong pola pembayaran dengan sistem digital menggunakan QRIS Bank NTT. Pola pembayaran ini akan memudahkan transaksi jual beli saat kunjungan wisatawan.

Bank NTT juga akan berupaya menerapkan konsep Desa Wisata di seluruh wilayah NTT dalam rangka menunjang pariwisata sebagai prime mover sebagai program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi.

“Dalam skala kecil, di tempat tertentu di mana masyarakat mulai menyediakan tempat penginapan (homestay) yang dibiayai oleh Bank NTT termasuk di daratan Timor, Pulau Rote, dan Pulau Sabu,” tandas Dirut Alex Riwu Kaho.

Terapkan Prokes Covid-19

Sementara itu, sebagai bentuk perlindungan kepada nasabah dan karyawan Bank NTT di tengah pandemi Covid 19, Bank NTT telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap pelayanan.

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Perencanaan dan Corporate Secretary, Endry Wardono dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kantor pusat Bank NTT, Jumat (11/12/2020).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyikapi perkembangan covid-19 yang kian mewabah di NTT khsusunya di Kota Kupang.

Menurut Endry, Bank NTT akan terus melakukan evaluasi terhadap pola pelayanan perbankan di semua tingkatan, untuk memastikan bahwa pelayanan Bank NTT prima dan bestandar protokol kesehatan.

“Saya pastikan bahwa manajemen Bank NTT sudah memberikan standar maksimum dalam pelayanan yang paripurna dan bebas Covid-19. Seluruh kantor cabang di NTT maupun Surabaya mendapat perlakuan yang sama yaitu wajib menerapkan protokol kesehatan yang safety,” jelas Endry Wardono.

Protokol kesehatan covid-19 yang dijalankan oleh Bank NTT adalah aturan yang ditetapkan oleh Kemenkes, yakni wajib jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker.

Setiap kantor Bank NTT, kata Endry, minimal dua hari sekali wajib disemprot disinfektan.

“Semua kami jamin aman. Direksi sudah membuat instruksi bahwa seluruh kantor operasional wajib untuk menerapkan pelayanan yang berstandar protokol kesehatan,” ucap Endry Wardono.

Ia menambahkan, Bank NTT juga telah menunda berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang. Bahkan, karyawan yang hendak berkantor pun harus diperiksa suhu tubuhnya.

“Kami hanya ingin memastikan keamanan dalam berinteraksi dengan nasabah,” tandas Endry Wardono.

Untuk membuktikan keseriusan dalam penerapan layanan yang bebas covid-19, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho telah menerbitkan maklumat yang ditujukan ke seluruh pimpinan cabang di seluruh NTT.

Isi surat itu, antara lain, seluruh pimpinan wajib memberikan pelayanan perbankan yang paripurna dan aman dari covid-19.

Dirut Riwu Kaho ingin agar seluruh staf Bank NTT wajib memakai alat pelindung diri seperti selalu mencuci tangan dan memakai hand sanitiser, memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Bahkan staf pun diwajibkan  memakai sarung tangan dan face shield, terutama di bagian front office dan teller. Setiap nasabah yang datang pun, dibukakan pintunya oleh Satpam. (ab/nm/hms)

Related posts